Soal Belajar Luring, Dikbud Ungkit Beri Tugas Via Whatsapp

oleh -160 views

POSMETRO MEDAN- Direktur Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Menengah Kemendikbud Jumeri mengatakan pembelajaran luar jaringan (luring) dapat dilakukan dengan pemberian tugas kepada murid via pesan singkat.

“Luring itu bisa jadi ya seperti menggunakan platform WA (Whatsapp). Itu luring, karena guru itu memberi tugas kemudian peserta didik mengerjakan sendiri,” katanya melalui konferensi video, Jumat (28/8).

Sebagai informasi, akibat pandemi Covid-19, pemerintah memutuskan tak ada kegiatan belajar mengajar tatap muka di sekolah. Alhasil, kegiatan sekolah pun dilakukan secara jarak jauh atau Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

Namun, pelaksanaan kegiatan yang membutuhkan akses internet alias dalam jaringan (daring) itu menjadi kendala tersendiri. Alhasil, PJJ dengan metode luring pun diterapkan guru untuk menyiasatinya.

Pada beberapa daerah, kata Jumeri, ada guru yang melakukan kunjungan ke rumah siswa untuk belajar secara luring. Umumnya siswa dikelompokkan menjadi beberapa orang, kemudian datang ke rumah salah satu siswa untuk bertemu guru.

Kemudian ada siswa yang berkunjung ke sekolah setiap sepekan sekali untuk mengambil modul belajar dan menerima motivasi dari guru. Sepanjang pekan mereka belajar luring di rumah.

“Ke depan lembaga-lembaga kita juga akan menularkan metode luring [ini ke guru-guru],” ujar Jumeri.

Namun, Jumeri mengatakan metode belajar yang pihaknya utamakan tetap pembelajaran tatap muka. Jika pemerintah daerah dan sekolah merasa siap, pembelajaran tatap muka diizinkan di zona kuning dan hijau risiko Covid-19.

Ia mengatakan dari 179.252 sekolah yang berada di zona kuning dan hijau, hanya 4.966 sekolah yang sudah belajar tatap muka. Menurutnya itu mengindikasikan pemerintah daerah berhati-hati dalam membuka sekolah.

Meskipun demikian begitu, ia mengaku menemui sejumlah kasus di mana sekolah melakukan pembelajaran tatap muka di zona oranye dan merah. Kemendikbud, katanya, sudah menegur sekolah yang dibuka di zona merah.

“Ada di zona oranye yang sudah melakukan uji coba tatap muka. Ini kita maklumi, karena hanya satu sekolah di tiap jenjang di kabupaten itu yang diuji coba,” katanya.

Pembelajaran jarak jauh (PJJ) masih berlaku di sebagian besar sekolah di Indonesia. Kemendikbud mencatat ada 1.840 sekolah di zona merah, 12.124 sekolah di zona oranye, 6.238 sekolah di zona kuning dan 764 sekolah di zona hijau masih melakukan PJJ.

Dalam uji coba tersebut, ia mengatakan protokol kesehatan diterapkan dengan ketat. Jumeri mengaku melihat sendiri kondisi sekolah tersebut beberapa waktu lalu.

Selama pandemi, pembelajaran daring mengalami kendala biaya kuota yang mahal serta keterbatasan akses internet atau sinyal di sejumlah daerah. Menjawab ini, Mendikbud Nadiem Makarim mengerahkan Rp7,2 triliun untuk subsidi kuota internet.

Namun, guru meminta pemerintah juga memperhatikan pembelajaran luring. Federasi Serikat Guru Indonesia mengatakan kendala belajar luring belum mengalami banyak kemajuan sejak tahun ajaran lalu.(cin/red)

example banner

This site is using SEO Baclinks plugin created by Locco.Ro