Prancis Kutuk Majalah Pembuat Gambar Rasial Anggota Dewan

oleh -128 views

POSMETRO MEDAN- Majalah asal Prancis yang memiliki pembaca kaum kanan, Valeurs Actuelles, membuat cerita bergambar anggota parlemen keturunan Gabon Daniele Obono (40) dengan leher terikat rantai besi. Publik Prancis pun mengutuk tindak rasialis itu.

Atas gambar tersebut, Obono berkicau di akun resminya, “Ekstrim kanan – menjijikkan, bodoh, dan kejam. Singkatnya, seperti dirinya sendiri.”

Dalam pernyataannya, Kepresidenan Prancis menyebut Presiden Prancis Emmanuel Macron sudah menelepon Danielle Obono, anggota parlemen dari partai sayap kiri Prancis Unbowed, dan “menyatakan kecamannya yang nyata atas segala bentuk rasialisme”.

Macron, yang sempat memuji Valeurs Actuelles sebagai “majalah yang bagus” pada 2019, juga berjanji untuk membasmi rasialisme.

Namun, dia juga mengatakan Prancis tidak akan merobohkan patung tokoh-tokoh yang terkait dengan era kolonial atau perdagangan budak, seperti yang terjadi di negara lain belakangan ini.

Perdana Menteri Jean Castex mengatakan kasus ini sebagai “publikasi yang menjijikkan yang memicu kecaman yang nyata”.

“Saya ikut marah atas yang terjadi pada anggota parlemen Obono,” katanya.

“Seseorang bebas menulis novel busuk dalam batas-batas yang ditetapkan undang-undang. Yang lainnya bebas untuk membencinya. [Dan] saya membenci itu (gambar Valeurs Actuelle),” kata Menteri Kehakiman Eric Dupond-Moretti.

Lembaga anti-rasialisme SOS Racisme menyesalkan peningkatan ujaran kebencian terhadap politikus keturunan Afrika dan Arab di Prancis. Mereka mengaku sedang mempertimbangkan langkah hukum yang dapat diambil untuk mengatasi hal ini.

Namun, majalah Valeurs Actuelle membantah bahwa itu adalah bentuk rasialisme. Mereka berdalih bahwa cerita bergambar tentang Obono itu adalah “sebuah karya fiksi, tapi tidak menjijikan.”

Seorang pejabat dari partai sayap kanan Prancis, Wallerand de Saint-Just, mengatakan bahwa cerita itu “bercita rasa sangat buruk”.

Diketahui, Prancis merupakan salah satu negara di Eropa yang dilanda protes terhadap ketidakadilan rasial, yang ditandai oleh gerakan Black Lives Matter, yang memprotes kematian warga kulit hitam AS George Floyd di tangan polisi, sepanjang Juni dan Juli.

Dalam gelombang protes di berbagai belahan dunia, sejumlah patung tokoh yang terkait perdagangan budak, kolonialisme, dirobohkan oleh massa.

Meski begitu, Prancis merupakan negara yang menjunjung tinggi kebebasan berpendapat. Termasuk, pembuatan karya kontroversial seperti karikatur Nabi Muhammad oleh Charlie Hebdo.(cin/red)

example banner

This site is using SEO Baclinks plugin created by Locco.Ro