Jadi Klaster Terbesar Penyebaran Covid-19, RS Haji Medan Terancam Ditutup

oleh -419 views

POSMETRO MEDAN – Rumah Sakit (RS) Haji di Jalan Williem Iskandar Medan dinilai menjadi klaster terbesar dalam penyebaran Covid-19 di Kota Medan, Sumatera Utara (Sumut). Tercatat, ada 30 orang tenaga medis yang sudah terpapar. Dua orang di antaranya, yakni dokter Aldreyn Asman dan seorang perawat Rasyidah Ulfah, dilaporkan meninggal dunia.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumut, Alwi Mujahit Hasibuan mengatakan, jumlah tenaga medis yang terpapar virus corona ini belum termasuk pasien maupun keluarga pasien yang tertular dari klaster Covid-19 di RS Haji Medan. Potensi pasien dan pengunjung tertular virus corona dari klaster ini memungkinkan terjadi.

“Kami sudah memberikan berbagai saran dan masukan atas kasus Covid-19 yang sedang terjadi di rumah sakit milik pemerintah ini. Termasuk meminta pihak rumah sakit untuk mengevaluasi sistem kerja tenaga medis, dan bentuk pelayanan yang diberikan kepada pasien maupun pengunjung,” ujar Alwi Mujahit Hasibuan, Jumat (14/8/2020).

Alwi Mujahit menyebutkan, standar operasional prosedur (SOP) di rumah sakit itu pun harus ditingkatkan sehingga penyebaran virus tidak semakin meluas. Selain itu, pihak rumah sakit sudah dapat mengambil sejumlah langkah dan kebijakan dalam memutus mata rantai penyebaran virus corona, termasuk kelemahan yang menimbulkan klaster.

“Kita tidak mau melakukan intervensi atas kasus baru Covid-19 yang terjadi di RS Haji Medan. Namun, kita sudah memberikan saran untuk dipertimbangkan, apakah perlu dilakukan langkah penutupan sementara atau hanya penutupan sebagian. Keputusan ini dapat diambil bila sudah diketahui tingkat penyebaran virus corona,” katanya.

Menurutnya, tim dari Dinas Kesehatan Sumut sudah melakukan peninjauan ke RS Haji Medan. Setelah melakukan kunjungan itu, pihaknya meminta pihak rumah sakit untuk memberikan laporan atas kasus penyebaran Covid-19 di rumah sakit tersebut. Termasuk langkah yang akan diambil untuk mengantisipasi dampak terburuk.

“Mereka sudah memberikan laporan melalui surat resmi atas penanganan dan peristiwa yang sedang terjadi. Namun, laporan yang mereka berikan tidak menjawab persoalan. Jika penyebaran dan penularan virus semakin buruk maka tidak tertutup kemungkinan dibuat keputusan menutup sementara rumah sakit itu,” katanya.

Sementara itu Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Whiko Irwan menyampaikan, 30 orang tenaga medis di RS Haji Medan, yang terpapar virus corona tersebut, sudah masuk dalam jumlah 348 orang tenaga medis di Sumut yang dinyatakan positif Covid-19. Sebanyak 12 orang di antaranya merupakan dokter yang meninggal dunia.