Mengenal Kopi Partungkoan yang Pernah Diseruput Jokowi di Balige

oleh -575 views

POSMETRO MEDAN – Presiden Joko Widodo pernah melakukan lawatannya ke Balige, Sumatera Utara, dan memutuskan menghabiskan malamnya di Ibukota Kabupaten Toba Samosir (Tobasa) itu, pada tahun 2019 lalu.

Tapi, ia tak mau semalamnya di Balige dilewatkannya begitu saja. Ia memilih mengopi di sebuah kedai sederhana di Jln. Sisingamangaraja No. 172, Balige. Kedai yang beruntung didatangi kepala negara itu adalah Kedai Kopi Partungkoan, yang masih dalam kawasan Pasar Balige.

Jokowi yang tampak santai mengenakan kameja putih dibalut jaket bitu itu ditemani Menko Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan, dan Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko.

Ia memesan segelas kopi yang diketahui seharga Rp7.000, dan langsung jatuh hati pada kopi asli Tobasa ini, sejak seruputan pertama.

“Satu cangkir harganya Rp 7.000. Enak banget, mantap, mantul. Jadi, kopinya itu Kopi Partungkoan, asli dari Tobasa. Kopi asli sini. Saya pingin nyoba, enak, mantap, mantul,” pujinya.

Partungkoan dalam bahasa Batak ‘Partukkoan’ diartikan sebagai wadah untuk berkomunikasi atau bermusyawarah. Atau dalam lingkup yang lebih luas lagi adalah ajang pengambilan sebuah keputusan hukum atau adat, untuk merencanakan pembangunan, atau hubungan sosial kemasyarakatan, termasuk keamanan.

Singkat dan sederhananya, kedai kopi ini adalah tempat mengobrol apa saja.

Kopi yang diminum Jokowi adalah jenis robusta yang biasanya di Balige baru bisa dipenen setelah 5 tahun. Hebatnya, pohon kopi ini akan terus menghasilkan sampai menua di usia 40 tahun.

“Tampilannya bersahaja, tapi rasanya luar biasa. Tempatnya juga biasa banget, tapi begitu menghirup kopinya-kelar! Enak banget!,” tulisnya di sana.