Karantina Dipasang Garis Polisi, Kapolrestabes : Jangan Phobia, Tetap Monitor 

oleh -172 views
MEDAN – Peraturan Wali Kota (Perwal) Medan Nomor 11 Tahun 2020 tentang Karantina Kesehatan dalam Rangka Percepatan Penanganan Covid-19 sudah diberlakukan sejak kemarin.
Namun dalam salah satu pasal dalam Perwal tersebut menyebutkan aturan soal karantina rumah bagi Pelaku Perjalanan (PP), Orang Tanpa Gejala (OTG), ODP dan PDP ringan. Rumah orang-orang yang dikarantina itu bakal dipasang garis polisi dan dijaga petugas dari Gugus Tugas Covid-19 hingga TNI/Polri.
Tentu hal tersebut menimbulkan rasa ketakutan bagi warga. Apalagi warga yang dikarantina di rumahnya masing-masing.
Namun Kapolrestabes Medan Kombes Pol Johnny Edizzon Isir mengimbau kepada seluruh warga tidak perlu phobia, takut, panik. Warga harus tetap tenang.
“Polri merupakan bagian dari Gugus Tugas Covid-19. Dalam perwal itu memang disebutkan lokasi karantina akan dipasang garis polisi. Secara teknis, ini hanya penanda perimeter mobilitas warga yang bergerak di areal karantina,” ungkap Kombes Pol Johnny Edizzon Isir, Minggu (3/5).
Nantinya, kata Kapolrestabes Medan lagi, garis polisi akan diganti dengan garis help safety line.
“Jadi teknisnya untuk sementara dipasang garis polisi yang menandakan atau membatasi area mobilitas warga yang diisolasi di rumah. Jika selesai dicetak maka garis garis polisi diganti dengan garis help safety line,” terangnya.
Jadi, sambung Johnny lagi berharap seluruh warga yang berada di sekitar cluster isolation bersama-sama melakukan pengawasan, monitoring dan ikut mendukung anjuran pemerintah.
“Saya selaku dari Gugus Tugas Covid-19 mengajak seluruh warga sayangi keluarga, sayangi saudara. Kami dari kepolisian mendukung secara total pemerintah demi keselamatan, kesehatan dan keamanan masyarakat,” tutur Johnny. (sor)

example banner

This site is using SEO Baclinks plugin created by Locco.Ro