Bupati dan Ratusan Pejabat Deliserdang Dites Rapid, Dua Camat dan 5 KPD Reaktif Covid -19

oleh -101 views

DELISERDANG – Bupati Deliserdang H. Ashari Tambunan, Wakil Bupati HM Ali Yusuf Siregar bersama pejabat Pemkab Deliserdang menjalani rapid test Covid-19 di Posko Tim Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan (GTPP) COVID-19 Kabupaten Deliserdang, Senin (18/5/2020 ).

Pantauan Posmetro Medan, total yang menjalani rapid test sebanyak 100 orang termasuk Bupati, Wakil Bupati dan Sekdakab Deliserdang.

Hasilnya Bupati, Wakil Bupati dan Sekdakab dinyatakan non reaktif COVID-19. Namun sebanyak tujuh orang pejabat Deliserdang dinyatakan reaktif, masing-masing 5 orang KPD dan dua camat.

Terkait hal tersebut, Sekdakab Deliserdang Darwin Zein menjelaskan, selain diikuti Bupati dan Wakil Bupati, rapid test juga wajib diikuti para asisten, staf ahli, kepala dinas, kepala badan, sekretaris dan seluruh camat di Kabupaten Deliserdang.

“Ya, tahap pertama ini untuk 100 orang tapi yang ikut. Sedangkan untuk tahap berikutnya masih menunggu anggaran,” ungkapnya.

Lanjut Darwin Zein, hasil dari rapid test tersebut untuk Bupati, Wakil Bupati dan dirinya dinyatakan non reaktif COVID-19 dan iapun membenarkan ada sebanyak tujuh orang yang dinyatakan reaktif COVID-19.

“Benar ada tujuh orang pejabat kita yang setelah dilakukan rapid test ternyata reaktif. Makanya tadi orang yang bersangkutan langsung kita panggil untuk dilakukan pemeriksaan swab,” tambahnya.

Namun ketika ditanya siapa saja pejabat tersebut, Darwin tidak dapat membeberkannya.

Namun dia mau menyebutkan jabatan bahwa ketujuh pejabat itu yakni dua camat dan lima Kepala Perangkat Daerah (KPD) .

“Kalau namanya gak usahlah. Tapi ada dua camat dan lima KPD,” sebutnya.

Sementara, Kadis Kesehatan Deli Serdang, dr Ade Budi Krista menambahkan, “Ya sambil menunggu hasil swab, ketujuh pejabat yang dinyatakan reaktif harus melakukan isolasi mandiri selama 14 hari, “jelasnya.

Lanjut dr Ade Budi Krista, “SOP memang begitu. Setiap orang yang  reaktif harus menjalani isolasi mandiri selama 14 hari. Pemeriksaan swab yang kita lakukan akan kita kirim ke Dinas Kesehatan Provinsi Sumut. Dan nanti dinas provinsilah yang menentukan kemana pemeriksaan swab itu dikirim. Apakah ke RS USU atau ke pusat,” tambahnya. (asw)

example banner

This site is using SEO Baclinks plugin created by Locco.Ro