Akhyar Tugaskan Distanla Urus Makan Satwa Medan Zoo

oleh -368 views
Medan – Dinas Pertanian dan Kelautan Kota Medan mendapat tugas menangani keberlangsungan hidup satwa yang ada di Medan Zoo.
Keputusan ini diambil setelah PD Pembangunan sebagai pengelola Medan Zoo mengalami kesulitan likuiditas keuangan pasca dihentikannya sementara kegiatan operasional Medan Zoo sejak 23 Maret lalu.
Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Medan,  Akhyar Nasution mengatakan, tugas ini akan diemban dinas pertanian selama pandemi Covid masih belum selesai ditangani.
“Surat keputusan ini sudah saya disposisikan ke Gugus Tugas Covid-19, jadi dalam waktu dekat ini akan ditangani,” ujar Akhyar Nasution,  kemarin (1/5).
Akhyar menyebutkan, kebijakan menghentikan sementara kegiatan operasional selama pandemi Covid memungkinkan mereka memasukkan anggaran pengelolaan Medan Zoo ke Gugus Tugas.
“Dan kami sudah mencari regulasi yang memang membolehkan,” sebut Akhyar.
Dikatakan Akhyar, status satwa yang masuk kategori hewan dilindungi menjadi alasan mereka mengambil kebijakan mengambil alih pengelolaan satwa.
“Dan kami bahagia jika masyarakat mau ikut urun rembuk mengumpulkan dana untuk menyelamatkan satwa,” katanya.
Ketika ditanyakan apakah pengambilalihan oleh Pemerintah Kota Medan akan dilakukan seterusnya, Akyar mengaku hal tersebut belum diputuskan.
“Itu nantilah kita evaluasi, tetapi dalam penanganan dampak Covid ini, diambil alih karena itu adalah hewan konservasi yang harus dilindungi,” tukasnya.
Terpisah,  Kepala Dinas Pertanian dan Kelautan (Distanla) Kota Medan, Ikhsar Marbun mengaku pihaknya segera mengambil alih pembiayaan makan makan satwa di Medan Zoo. Bahkan,  sejauh ini pihaknya sedang melakukan penyusunan Rancangan anggaran belanja (RAB) untuk pembiayaan makan satwa di Medan Zoo selama pandemi covid 19.
“Setelah RAB selesai, anggarannya nanti kami ajukan ke Gugus Tugas. Dari anggaran Gugus Tugas untuk memberi makan satwa di Medan Zoo,” katanya.
Akan tetapi sebutnya, pihaknya belum bisa memprediksikan berapa alokasi anggaran yang dibutuhkan untuk memberi makan satwa. Namun, Ikhsar memastikan biaya yang diperlukan tidak sampai Rp 3 juta per hari.
“Gak lah segitu (Rp3 juta). Itu mungkin sama biaya gaji karyawan yang memberi makan. Tapi, masih dihitung semua,” urainya.
Di RAB yang sedang disusun tidak bisa dimasukkan anggaran untuk membayar gaji karyawan PD Pembangunan yang ikut diserahkan ke Pemko Medan.
“Kami hanya bisa tampung anggaran satwa, tidak dengan karyawannya. Kalah mau karyawannya kami gaji, alihkan dulu jadi UPT Distanla,” paparnya.
Sebelum diambil alih Dinas Pertanian, seluruh pejabat dilingkungan Pemko Medan sudah bergotong-royong menyumbang untuk membeli pakan, pada Senin kemarin. (ali)

example banner

This site is using SEO Baclinks plugin created by Locco.Ro