Kota Banda Aceh Raih Pencapaian Program Pencegahan Korupsi Tertinggi

oleh -238 views

BANDA ACEH – Deputi Pencegahan KPK-RI Pahala Nainggolan mengungkapkan bahwa Kota Banda Aceh tercatat sebagai kota yang memiliki persentasi pencapaian program pencegahan korupsi tertinggi di Provinsi Aceh. Dibanding 23 kabupaten/kota lainnya Kota Banda Aceh dinilai berhasil mencegah tindak korupsi dengan pencapaian tinggi.

“Pencapaian program pencegahan korupsi terintegrasi di Kota Banda Aceh tercatat sebagai yang tertinggi persentasenya di Provinsi Aceh. Dibanding 23 kabupaten/kota lainnya, progres indikator Monitoring Center for Prevention (MCP) Korsupgah KPK di Banda Aceh pada 2019 lalu mencapai 77 persen,” ujar Pahala, dalam keterangan tertulis, Selasa (28/4/2020).

Hal tersebut disampaikan oleh Pahala pada acara sosialisasi keberhasilan program pencegahan korupsi terintegrasi dan penjelasan teknis indikator keberhasilan MCP 202 pada hari Senin (27/4) melalui video teleconference dengan para kepala daerah dan pejabat terkait di Aceh.

Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman yang ikut dalam acara tersebut dari pendopo bersama jajarannya, turut mengucapkan rasa syukur atas pencapaian dari Pemkot Banda Aceh tersebut.

“Alhamdulillah untuk tingkat provinsi, Banda Aceh yang tertinggi persentase capaian program pencegahan korupsinya. Angkanya mencapai 77 persen dan hanya Banda Aceh yang berada di zona hijau,” ujar Aminullah.

Aminullah mengajak seluruh jajaran Pemkot Banda Aceh untuk mempertahankan prestasi tersebut dan terus memperkuat upaya pencegahan korupsi. “Selalu jalankan tugas dengan baik dan sesuai SOP. Saya harapkan juga komitmen kepala dinas dan jajaran untuk jauh dari korupsi,” jelas Aminullah.

Menurut Aminullah, terkait pelaporan monitoring centre for prevention (MCP) koordinasi dan supervisi pencegahan korupsi (Korsupgah) KPK 2019, ada delapan fokus program pencegahan korupsi yang sudah dilakukan Pemkot Banda Aceh yakni terkait perencanaan dan penganggaran APBD, pengadaan barang dan jasa, pelayanan terpadu satu pintu, kapabilitas APIP, manajemen ASN, optimalisasi pajak daerah, manajemen aset daerah, dan tata kelola dana desa.

“Banda Aceh pun meraih skor tertinggi di empat bidang yakni perencanaan dan penganggaran APBD dengan skor 91 persen, manajemen ASN (71%), optimalisasi pendapatan daerah (100%), dan manajemen aset daerah dengan skor 86 persen,” ujarnya.

Kemudian Aminullah mengatakan, ada lima fokus program pencegahan korupsi dalam MCP Korsupgah KPK 2020.

“Sementara fokus MCP Korsupgah KPK 2020 berdasarkan rapat teleconference tadi, ada pada peningkatan PAD, potensi objek PAD yang baru, inovasi peningkatan PAD, dan manajemen aset daerah, termasuk di dalamnya penyelesaian konflik aset,” pungkasnya.(red)

example banner

This site is using SEO Baclinks plugin created by Locco.Ro