Ngaku Kecanduan Video Porno, Cabuli Bocah di Gang Sepi

oleh -168 views

Yogyakarta – Polisi mengungkap yang dilakukan tersangka pencabulan, Sukron Datu Adam (26) terhadap anak usia 6 tahun di Gang Satria, Kota Yogyakarta. Hal tersebut dilakukan Sukron karena telah kecanduan video porno.

Sukron berniat mencabuli dengan cara mengarahkan kepala korban ke kemaluannya. Kapolresta Yogyakarta, Kombes Armaini menjelaskan, kejadian berawal saat korban berjalan-jalan di Jalan Semangu, Rejowinangun, Kota Gede, Kota Yogyakarta pada Kamis (12/3) sore. Sukron yang merupakan warga Kecamatan Luwuk Timur, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah ini menghampiri korban.

HUT NAGAN RAYA

“Tersangka ini kemudian pura-pura bertanya ke anak kecil, tanya ke kebun binatang arah mana, lalu sama korban ditunjukkan arahnya,” papar Armaini di Mapolresta Yogyakarta, Selasa (17/3). “Tersangka lalu pura-pura bingung arah, dan mempengaruhi korban untuk mau diboncengkan dan menunjukkan arah ke kebun binatang,” lanjut Armaini.

Akan tetapi, Sukron malah membawa korban ke Gang Satria, Kelurahan Muja Muju, Kecamatan Umbulharjo, Kota Yogyakarta. Sampai di gang tersebut, Sukron langsung memojokkan korban ke salah satu sudut gang tersebut.

“Lewat gang itu, tersangka merasa ada tempat yang pas untuk melancarkan aksinya. Setelah itu dia berhentikan motor dan menaikkan korban ke atas sebuah dudukan bak mandi,” ujarnya.

“Selanjutnya dengan cepat tersangka ini menurunkan celana si anak kecil ini dan meraba-raba kemaluan sambil yang bersangkutan (Sukron) menurunkan celananya,” sambung Armaini.
Tak hanya menurunkan celana korban, tersangka berlanjut melancarkan aksi bejatnya. Kepala korban secara paksa diarahkan ke kemaluannya. “Dia (Sukron) berusaha agar kepala si anak kecil itu coba ditekannya untuk mendekat ke arah kemaluannya,” ucapnya.

Namun, aksinya tidak berlanjut karena Sukron mendengar ada suara motor yang hendak melintas di sudut gang tersebut. Karena itu, Sukron langsung melarikan diri dan meninggalkan anak tersebut.

“Terus karena mendengar kendaraan lain yang lewat akhirnya tersangka merasa tidak nyaman, apalagi anak kecil ini menangis dan akhirnya kabur dari tempat itu dan anak kecil menangis,” katanya.

Hal tersebut berlanjut dengan pelaporan dari pihak korban ke polisi. Mendapat laporan itu polisi melakukan penyelidikan dan akhirnya mencocok korban di Sidoarjo, Jawa Timur, tapatnya di sebuah masjid pada hari Minggu (15/3) dini hari.

“Dari hasil interogasi, pelaku ini statusnya mantan mahasiswa, asalnya dari Sulawesi Tengah. Dia datang ke Yogyakarta memang kuliah di salah satu universitas negeri di Yogyakarta, tapi belum selesai, baru semester 6, nah tahun 2018 dia sudah tidak mau lagi sekolah (kuliah),” katanya.

Tahun 2018 sampai sekarang tersangka tetap di Yogya, karena diminta kuliah lagi oleh orang tuanya. Namun hal tersebut tidak dilakukan. Kegiatan tersangka sehari-harinya, kata Armaini, adalah nongkrong di kedai kopi, main gitar dan dia kecanduan pornografi. Tersangka sering melihat video porno melalui HP atau internet seminggu 3 kali.

“Kecanduan pornografi inilah yang kemudian membuat yang bersangkutan (Sukron) melakukan hal tersebut (mencabuli anak 6 tahun di sudut gang),” lanjut Armaini.

Menyoal alasan pemilihan anak kecil sebagai sasaran, Armaini menyebut jika Sukron memilih anak-anak karena mudah ditipu. Terlebih, Sukron hidup dengan penuh keterbatasan selama berdomisili di Yogyakarta.

“Makanya dari situ dia cari gratisan, dan memang dia kecanduan pornografi, terus dia suka gerakan pribadi (onani). Jadi kali ini dia ingin ada tangan orang lain yang bekerja,” lanjut Armaini.

Terkait korban Sukron lainnya, Armaini mengaku masih mendalaminya. Mengingat Sukron mengaku pernah melakukan hal serupa terhadap orang lain.
Atas perbuatannya, tersangka disangkakan Pasal 76F UU RI No 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas UU No 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak Juncto Pasal 83 UU RI No 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas UU No 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak.

“Untuk ancaman pidananya paling singkat 3 tahun penjara dan paling lama 15 tahun penjara. Memang masih kita kenakan pasal pencabulan, nanti apabila dalam pembuktian dia juga menculik akan kita kaitkan,” kata Armaini.

Sementara itu, Sukron mengaku telah kecanduan video porno sejak lama. Hal itu membuat Sukron tak mampu mengontrol nafsunya. “Sudah lama (kecanduan video porno), sejak kuliah,” katanya saat jumpa pers di Mapolresta Yogyakarta, Selasa (17/3).

Bahkan, dia mengaku perbuatannya tersebut bukan pertama kali ia lakukan. Namun, yang hampir berhasil baru sekali.

“Korban lain, tempat lain. Tidak sampai ngapa-ngapain. Dia lari saya juga lari, kalau kemarin itu (sampai pencabulan) baru sekali itu (di Gang Satria),” katanya.

Sukron mengaku sengaja melarikan diri ke Jawa Timur karena aksinya tertangkap CCTV dan viral di medsos. Dia juga menyesal telah melakukan aksinya tersebut. “Saya tertangkap di masjid, di sana (Sidoarjo) saya sempat di kasih makan warga, karena bingung terus ditolong dan dikasih uang Rp 50 ribu juga,” ucapnya.(deco/red)

example banner

This site is using SEO Baclinks plugin created by Locco.Ro