oleh

Kawanan Jambret Amplas Diciduk, 1 Ditembak

MEDAN – Dua sekawan jambret yang diduga telah sering beraksi di seputaran Amplas diciduk personel Polsek Patumbak. Seorang diantaranya dihadiahi timah panas karena berupaya melakukan perlawanan saat ditangkap.

Kedua pria dimaksud adalah Wanrisky Barus (20) warga Jalan Selambo, Gang Mandarin dan Adam Ferdian (21) warga Jalan SM. Raja, Gang Masjid, Medan Amplas.

Khusus Adam, petugas memberikan tindakan tegas terukur. Dan untuk mengobati luka tembaknya, polisi memboyongnya ke RS Bhayangkara sebelum menjalani pemeriksaan di Mapolsek Patumbak, Sabtu (16/2/2020).

Informasi dihimpun, penangkapan tersangka bermula dari laporan korbannya, Mona Kristiana Batubara (32) warga Jalan Ahmar Yani, Gang Anyar, Medan Selayang dengan No : LP/56/1/2020/SU/Restabes/Sek Patumbak 17 Januari 2020 lalu.

Bermula saat korban bermain hp didepan Alfamidi di kawasan Jalan SM Raja, Medan Amplas, korban tiba-tiba didatangi kedua pelaku yang berboncengan sepeda motor Honda Beat dan merampas hp miliknya.

“Jadi satu orang pelaku turun dari sepeda motor dan langsung kabur usai merampas harta korban. Sadar menjadi korban jambret, korban pun langsung melapor ke kita (Polsek Patumbak),” ungkap Kanit Reskrim Patumbak, Iptu Gindo Manurung, Rabu (19/2/2020) sore. Dari laporan tersebut, dikatakan Gindo jika pihaknya langsung melakukan penyelidikan dan berhasil mengidentifikasi identitas kedua tersangka yang terekam kamera cctv dilokasi.

“Setelah kita lidik, kita mendapat informasi tersangka Wanrisky bersembunyi dikawasan Selambo dan langsung kita kejar serta lakukan penangkapan. Selanjutnya kita kembangkan lagi terhadap tersangka Adam,” terang Gindo.

Namun saat dilakukan penangkapan terhadap tersangka Adam, dikatakan Gindo jika tersangka mencoba kabur dan melawan petugas hingga terpaksa diberi tindakan tegas pada kakinya,” tegas Gindo.

Lanjutnya, jika dari tersangka pihaknya turut mengamankan barang bukti berupa 1 unit sepeda motor Honda Beat BK 5541 AIY, 2 buah kartu ATM, 1 buah dompet, 1 buah Kartu Indonesia Sehat, 1 buah Kartu Keluarga Sejahtera dan 1 buah paspor debit BCA.

“Untuk tersangka kita jerat Pasal 365 KUHPidana dengan ancaman hukuman 9 Tahun penjara. Kini keduanya masih kita periksa dan kembangkan lagi kasusnya,” tandas Gindo. (mad/ras)

example banner

This site is using SEO Baclinks plugin created by Locco.Ro

example banner

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed