DUGAAN KORUPSI ANGGARAN 2019 DINAS PENDIDIKAN SUMUT MENCUAT

oleh -329 views

MEDAN – Pemberitaan soal dugaan korupsi di Dinas Pendidikan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara bersumber dari APBD 2019 mencapai triliunan rupiah mengungkap adanya campur tangan oknum jaksa di Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara.

Informasi yang diperoleh Posmetro Medan, Selasa (18/2), oknum jaksa itu ditenggarai mengatur proyek dan juga menitipkan sejumlah rekanan untuk mengerjakan sejumlah proyek yang merupakan jatah si oknum jaksa tersebut.

HUT NAGAN RAYA

“Oknum jaksanya diduga sebagai pihak yang mengatasnamakan Kejati Sumut melindungi sejumlah proyek-proyek yang terdapat di Dinas Pendidikan Sumut. Arsyad Lubis, selaku Kadisnya mengutus Faisal, oknum pegawai di dinas itu yang melakukan koordinasi dengan oknum jaksa tersebut,” ungkap salah seorang sumber yang enggan namanya disebut dalam pemberitaan, kemarin.

Sementara itu, bertempat di Kantor Kejati Sumut, Inspektur Pengawasan Kejaksaan Agung melakukan inspeksi, Kamis (20/2). Tim yang dikomandoi Aditia Warman itu mengumpulkan beberapa pejabat dan jaksa di limgkungan Kejati Sumut.

Kasi Penkum Sumanggar Siagian menyebutkan pemeriksaan tim JAM Was Kejagung itu lumrah dilakukan , yang merupakan program kerja JAM Was untuk memeriksa seluruh kegiataan di lingkungan Kejati Sumut. “Ini inspeksi rutin, terkait kinerja Kejati Sumut,” jawab Sumanggar.

Informasi yang diperoleh Posmetro Medan, Dinas Pendidikan Sumut memperoleh alokasi anggaran sebesar Rp3 triliun lebih yang bersumber dari APBD 2019 yang melingkupi untuk anggaran berupa gaji pegawai, gaji guru honorer .

Kemudian anggaran digunakan untuk pengadaan buku bacaan dan pengadaan alat peraga dan laboratorium, ruang kelas baru (RKB) jenjang SMK/ SMA/MA, peningkatan kualitas guru, dan penyelenggaraan ujian nasional (UN).

Dana bantuan operasional sekolah (BOS) dan dukungan kepada lembaga pendidikan tinggi yang antara lain juga untuk fasilitas penguatan kelembagaan pendidikan di tingkat dini dan dasar.

Sekretaris LSM Penjara Indonesia Sumut, Ferry Nofirman Tanjung mengaku kecewa atas bobroknya penggunaan anggaran di Dinas Pendidikan Sumut yang kerap menuai kritikan dan berujung pada proses hukum di lembaga penegak hukum. Kemudian minimnya prestasi pendidikan di Sumut.

“Kami akan memasukkan laporan resmi ke Kejati Sumut atas dugaan korupsi di Dinas Pendidikan Pemprovsu nilainya mencapai ratusan miliar. Ada kesan pembiaran dinas itu sebagai tempat untuk melakukan tindak pidana korupsi oleh oknum pejabat di dalamnya,” tegas Ferry Nofirman Tanjung.

Ferry menuding beberapa oknum pejabat di Dinas Pendidikan Sumut memanfaatkan jabatannya untuk menggaruk anggaran yang teralokasi di dinas itu, baik itu berupa anggaran proyek maupun anggaran berupa honor dan bantuan untuk sekolah.

“Dari informasi yang kita peroleh, Arsyad Lubis, Faisal dan Agus Sinaga adalah oknum pejabat di Dinas Pendidikan Sumut yang diduga memanfaatkan jabatannya untuk melakukan korupsi anggaran di dinas itu. Ketiganya masing-masing punya peran yang berbeda dalam pengelolaan anggaran di dinas itu,” ungkap Ferry.
Kepala Dinas Pendidikan Sumut Arsyad Lubis enggan menanggapi tudingan yang dialamatkan kepada dirinya tersebut. HIngga berita ini ditulis, klarifikasi dari Arsyad melalui pesan WhattShapp belum membuahkan informasi. (fel)

example banner

This site is using SEO Baclinks plugin created by Locco.Ro