Rosmawaty Nadeak Akui Diperiksa Kejatisu, Penetapan Tersangka Tunggu Audit BPKP

oleh -364 views

MEDAN – Persoalan dugaan korupsi di Dinas Pendidikan Pemprov Sumut terus bergulir dan masih dalam proses pemeriksaan di Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara. Banyak pihak yang sudah dipanggil dan diperiksa jaksa penyidik Pidana Khusus.

Rosmawaty Nadeak, salah satu oknum pejabat Dinas Pendidikan Pemprovsu mengakui sudah dipanggil dan diperiksa jaksa penyidik. Bahkan sudah berulangkali dimintai keterangan, khususnya dalam dugaan korupsi proyek pembangunan gedung SMK di Kecamatan STM Hulu, Deliserdang.

“Kakak sudah pernah diperiksa dan ada beberapa kali diperiksa. Sudah kita beri keterangan, data maupun dokumen-dokumen yang diperlukan jaksa penyidik dalam kasus dugaan korupsi pembangunan gedung SMK tersebut,” jawab Rosmawaty Nadeak ketika dihubungi melalui sambungan telepon selulernya beberapa waktu lalu.
Rosmawaty Nadeak adalah mantan Kabid Pendidikan SMK di Dinas Pendidikan Pemprovsu. Proyek pembangunan gedung SMK itu sendiri berada pada anggaran Bidang SMK Dinas Pendidikan Pemprovsu.

Dugaan korupsi pembangunan gedung SMK itu ternyata dari awal sudah disuarakan berbagai lembaga anti korupsi. Bahkan BPK dan Inspektorat Pemprovsu dalam laporan auditnya menduga ada potensi kerugian negara dalam pelaksanaan pembangunan gedung SMK tersebut.

Sementara itu Kejaksaan Tinggi Sumut membenarkan telah memeriksa Kepala Dinas Pendidikan Sumatera Utara, Arsyad Lubis sebagai saksi dalam perkara tindak pidana korupsi di Dinas Pendidikan Provinsi. Hal tersebut disampaikan Kasi Penkum Kejati Sumut, Sumanggar Siagian kepada awak media beberapa waktu lalu.”Ya diperiksa sebagai saksi perkara di dinas pendidikan provinsi. Masih tahap pemeriksaan proses dululah,” tuturnya.

Informasi yang diperoleh Posmetro Medan di lingkungan Kejati Sumut, proses Berita Acara Pemeriksaan (BAP) terhadap beberapa pihak yang dilakukan tim Pidsus sebagian besar sudah dilaksanakan. Kejatisu sudah menyurati Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Sumut untuk menghitung nilai kerugian negara dalam kasus yang dtangani Kejatisu.

“Kejati Sumut masih menunggu audit BPKP Sumut menghitung kerugian negara dalam kasus dugaan korupsi di Dinas Pendidikan Pemprov Sumut tersebut,” kata salah satu jaksa yang enggan namanya disebut dalam pemberitaan.

Terpisah, Ketua Aliansi Jurnalis Hukum Irwan Ginting mendesak agar penuntasan kasus itu segera dilakukan Kejatisu dengan penetapan tersangka. “Pak Arsyad Lubis sebagai Kepala Dinas, Rosmawati Nadeak selaku Kabid SMK saat itu dan Iwan Setiawan selaku PPTKnya serta Eric Aruan sebagai Kepala Biro Pembangunan/Ketua ULP termasuk team Pokja lelangnya haruslah ikut bertanggungjawab kenapa ada pelanggaran hukum dan terindikasi kuat KKN, yang efeknya bisa terjadi ada kerugian negara,” kata Ketua Aliansi Jurnalis Hukum Sumut, Irwan Ginting kepada Posmetro Medan, kemarin.

Seperti diketahui, pembangunan unit sekolah baru SMK Negeri STM Hulu berdiri di atas lahan 15.187. M2 di Desa Liang Muda Kec STM Hulu Kab Deli Serdang. Lahan SMK Negeri STM Hulu ini atas hibah masyarakat sesuai surat Camat STM Hulu nomor 422.1/492 tanggal 11 Juli 2017. Dana pembangunan SMK Negeri STM Hulu itu bersumber dari APBD Sumut TA 2017, senilai Rp 4.213.633.000. Dan pemenang tender itu PT Dayatama Citra Mandiri dengan nilai kontrak Rp 4.166.057.000. tanggal mulai kontrak yakni 4 Oktober 2017 dan berakhir 22 Desember 2017. Waktu pelaksanaan kerja 80 hari kalender dan alamat rekanannya di Jalan Menteng VII GG Lestari no 4 Medan.

Irwan Ginting menerangkan, nama direkturnya Heriansyah Putra Sitinjak. Iwan Setiawan pernah menjelaskan bahwa pekerjaaan pematangan lahan dan bangunan pengaman terdiri dari galian tanah, timbunan tanah setempat, timbunan tanah didatangkan, pekerjaan bronjong, pekerjaan halaman, plankton nama sekolah dan tiang bendera.

Ditambahkan, yang dibangun, 3 ruang belajar, ruang kantor kepsek, guru dan tata usaha serta gedung kantin, toilet 2 unit, rumah dinas dan pos security-nya. Meubiler terdiri dari meja kursi siswa 108 set, meja guru 3 unit, kursi guru 3 unit, lemari 3 unit, papan tulis 2 unit.

Kemudian, sambung Iwan, pada tanggal 18 Desember 2017, PT Dayatama Citra Mandiri mengajukan surat permohonan tambahan waktu pelaksanaan kepada KPA selama 50 hari kalender. Dimana, PT Arangsibu Raya Consultant selaku konsultan pengawas USB SMK Negeri STM Hulu membuat laporan khusus tentang pekerjaan pembangunan itu.

Diantara alasannya terdapat perubahan tata letak salah satu unit bangunan akibat batu alam besar berada di lokasi pertapakan awal bangunan itu (perencanaan perlu dipertanyakan). Dan curah hujan yang tinggi pada saat pelaksanaan pembangunan unit sekolah baru mengakibatkan tertundanya beberapa pekerjaan konstruksi. Dengan demikian, pembangunan SMK Negeri STM Hulu Kab Deli Serdang senilai Rp 4,2 Miliar yang dikerjakan PT Dayatama Citra Mandiri terkesan asal jadi alias amburadul. (fel)

example banner

This site is using SEO Baclinks plugin created by Locco.Ro