JALUR MEDAN-KARO LUMPUH BELASAN JAM

  • Bagikan

KARO – Sudah lebih dari 10 jam jalur Medan-Tanah Karo lumpuh total. Hingga pagi jelang siang Selasa (8/8), berbagai jenis kendaraan mulai truk, bus, sepedamotor diam di tempat, hingga belasan kilometer panjang nya.

Diketahui, asal muasal macet karena ada truk yang terbalik di seputaran tanjakan Amoi. Kalau kondisinya seperti ini, petugas kepolisian pun tidak dapat berbuat banyak.

Tapi, truk rusak atau bencana alam hanyalah sebagian kecil penyebab lumpuhnya jalur penghubung Kabupaten Karo dan beberapa kabupaten lainnya di Sumatera Utara, Aceh ke ibukota Sumut ini.

Seperti dicurhatkan Jesaya Sinulingga kepada Posmetro Medan. Begini isi curhat Jesaya Sinulingga.

“Macet parah kembali terjadi i ruas jalan Medan-Berastagi. Kejadian yang selalu berulang yang sudah entah berapa kali. Banyak pihak merugi namun seolah olah menikmati. Beberapa pihak berjuang mencari solusi dan menawarkannya namun sampai saat ini tidak terealisasi…

Menempuh jarak 60 Km, berangkat sore, tiba nya pagi, itu sudah biasa bagi kami para pelintas yang mengharapkan seperak dua perak dari hasil jual beli diantara dua kota ini…

Aku tak ahli menghitung kerugian yang diakibatkan oleh macet yang Terstruktur, Sistematis dan Masif ini, tapi yang pasti kerugian tersebut pasti luar biasa….

BACA..  Prediksi Pertandingan Parma vs Crotone - 25 April 2021

Kalau soal penyebab macetnya, itu tak perlu kajian AHLI, cukup tanyakan kepada kami yang kerap melintas di jalan ini. Secara pribadi saya dapat mengatakan hal hal tersebut dibawah ini sebagai biang kerok kemacetan ini:..

Tabrakan, Longsor, Kayu Tumbang dan Truck Rusak menjadi masalah awal dari semua kemacetan di jalur ini,..dan semakin runyam ketika penyebab awal tersebut ditambah dengan MORAL pengendara yang seolah tak pernah mengenal kata ETIKA, sehingga jangan heran dari mulut orang yang tersopan sekalipun keluar makian “MONYET”,.. yang sangat menyinggung perasaan MONYET beneran yang sedang terpaku menatap kemacetan…

Tabrakan, Longsor dan Kayu Tumbang sebenarnya tidak terlalu sering terjadi, menurut pengamatan saya dan sering membuat kesal adalah TRUCK besar dengan MUATAN MELEBIHI TONASE,… tidak rusak saja truck ini dapat membuat antrian panjang dibelakangnya,.. karena berjalan teramat lambat seolah olah sedang ngobrol santai dengan seekor siput disampingnya… ya jelas saja kelebihan muatan toh,.. apalagi sejak Jembatan Timbang di Bandar Baru tidak difungsikan, membuat sebuah truck bebas membawa beban seberat apapun termasuk SEBUAH KAPAL TANKER sekalipun sebagai muatannya.. jangan heran ketika melewati jalan menanjak sang TRUCK tiba tiba ambruk karena ngos ngosan,.. terduduk dan sopirnya berkata ” Aih mak,.. PATAH AS nya,..” lalu dalam hitungan menit,.. jalur ini jadi ajang unjuk kebobrokan mental pengendara lainnya,.. MACET TOTAL pun terjadi…

BACA..  Prediksi Pertandingan Parma vs Crotone - 25 April 2021

Setiap truk pastinya memiliki batas muatan maksimum ( tonase ), dan kebiasaan orang di indonesia adalah memaksakan mengangkut barang yang terlalu berlebih dengan alasan hemat, tidak bolak balik dan sebagainya. Memang pada awal awalnya tidak ada masalah, namun jika hal ini terus dilakukan secara berulang maka rear housing axle akan melengkung dan pada akhirnya akan patah.

BACA..  Prediksi Pertandingan Parma vs Crotone - 25 April 2021

Beberapa kemungkinan kerusakan pada penggerak truk jika kelebihan muatan

Gear differential akan rontok, rompal atau hancur Axle shaf akan patah, Batang As roda patah…

Ya sudah lah… orang bijak seharusnya belajar dari setiap masalah,.. tapi jika tetap tidak berubah, terpaksalah kita pasrah,..tenggelam dalam hiruk pikuk sumpah serapah…

Kalau boleh seorang rakyat kecil memberi usul, sebelum Jalan Tol atau Jalan Layang, atau Jalan apapun namanya dibangun,.. tolonglah… pemerintah melalui instansi terkait menertipkan Truck Truck Besar yang muatannya melebihi spesifikasi standarnya…
Kasihani lah kami pak…

Curhatan diatas diberikan kepada Posmetro Medan, dengan tujuan agar semua pihak terkait yang berwenang bisa tergerak hati nya melihat situasi pelik yanģ sudah sering terjadi. (daris kaban)

  • Bagikan