IMB Tak Ada, Satpol PP “Ketok” Cantik Bangunan Laster

  • Bagikan

Medan – Meski hasil Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara Komisi IV DPRD Kota Medan bersama Pemko Medan dan Satpol PP sudah menghasilkan keputusan untuk membongkar bangunan milik Laster yang berdiri di jalur hijau yang berada di Jl. Selamat Ujung, Gg. Sadar, Kecamatan Medan Denai, hingga kini eksekusi tak kunjung terjadi.

Bahkan saat turun ke lokasi, petugas Satpol PP yang didampingi Babinsa serta Bhabhinkamtibmas hanya menjebol dinding bangunan yang disebut-sebut tak memiliki SIMB tersebut. Warga sekitar yang menyaksikan aksi pembongkaran tersebut pun kecewa dengan tindakan petugas meski bangunan tersebut sudah menutupi akses masuk ke dalam gang tersebut.

Salah seorang tokoh masyarakat, Roy Jhonathan Siagian saat diwawancarai mengaku sangat kecewa dengan pembongkaran petugas lantaran tidak sesuai dengan hasil rapat pendapat yang tertuang salam Nomor:249/Kom-4/DPRD-M/05/2019 tanggal 14 Mei 2019 lalu.

“Hasil rapat kemarin, semua pihak terkait sepakat untuk dilakukan pembongkaran terhadap bangunan tersebut. Tapi kenapa saat petugas datang hanya menjebol dinding saja,” kesal Roy.

Dikatakan pria 41 tahun ini, jika dalam rapat tersebut, Laster selaku pemilik bangunan juga tak hadir. Bahkan sebelum petugas turun ke lokasi, petugas juga sudah melayangkan surat pada Laster untuk melakukan pembongkaran.

“Sudah 3 kali diberi surat, tapi tak digubris juga sama dia (Laster). Kami warga disini tak terima dengan bangunan tersebut berdiri lantaran akses masuk warga tak bisa karena jalan yang semakin menyempit akibat bangunan tersebut,” tegas Roy.

Lanjutnya, jika pihaknya sangat berharap agar petugas dapat segera melakukan pembongkaran terhadap bangunan yang tak memiliki SIMB tersebut.

“Bangunannya saja sudah salah, di jalur hijau. Dan kami tahu benar bagaimana asal-usul tanah tersebut. Oleh sebab itu kami berharap petugas bisa memberi tindakan tegas berupa pembongkaran demi kepentingan masyarakat banyak,” tutup Roy berharap.

Senada dengan Roy, Anthony Purba salah seorang warga juga mengaku jika kehadiran bangunan tersebut sudah merampas hak semua warga dikawasan tersebut.

“Dulu disini banyak yang punya mobil, namun karena ada bangunan tersebut, semua warga menjual mobilnya karena tidak bisa lewat. Kami semua warga disini sudah sangat resah dan tak terima dengan adanya bangunan tersebut,” ketus Anthony.

Ditegaskan Anthony, jika dirinya bersama warga sekitar juga sepakat akan melakukan aksi demo ke instansi terkait guna mendapatkan hak warga kembali.

“Semua warga memiliki hak yang sama atas tanah pemerintah untuk dipergunakan. Tapi dengan adanya bangunan tersebut, hak kami sudah dirampas. Bahkan kami warga asli disini justru merasa kecil hati dengan sikap Laster yang merupakan warga pendatang,” harap Anthony mengakhiri.

Sementara Kepala Seksi (Kasi) Penyelidikan dan Pengawasan Satpol PP Kota Medan, Irpan saat dikonfirmasi mengaku jika dirinya tidak tahu dalam aksi pembongkaran tersebut.

“Kebetulan saya lagi Diklat, jadi saya tidak tahu dan tidak ikut dalam pembongkaran tersebut. Untuk itu saya tidak bisa berkomentar dan berkenan datang ke Satpol PP untuk bisa konfirmasi,” ungkap Irpan. (mad/ali)

  • Bagikan