Boin Silalahi SH, MH: Mulai Saat Ini Saya Kawal Perjalanan Kasus Klien Saya

oleh -1.228 views

KARO – Kasus penganiayaan dengan kekerasan yang diduga dilakukan beberapa oknum Satsabara Polres Tanah Karo, terhadap Suharja Sinuraya (32),warga Desa Bunuraya baru, Kec.Tigapanah, kini berbuntut panjang.

Pasalnya, Polres Tanah Karo telah resmi menerima laporan pengaduan salahsatu anggota Karang Taruna Kabupaten itu. Laporan pengaduan korban tertuang dengan Nomor : LP/327/V/2019/SU/Res T Karo, tanggal 31 Mei 2019.

Dalam tempo singkat, Polres Karo juga sudah menyampaikan Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP) dengan nomor : B/157/VI/2019/Reskrim tertanggal 04 Juni 2019 tentang dugaan terjadinya tindak pidana penganiayaan secara bersama-sama sebagaimana di maksud dalam pasal 170 Jo 351 dari KUHPidana yang terjadi hari Jumat tanggal 31 Mei 2019 sekira pukul 02.00 WIB di Desa Bunuraya Baru Kecamatan Tigapanah.

Polres Karo juga sudah menyampaikan Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan kepada Kepala Kejaksaan Negeri Kabanjahe. SPDP bernomor : B/138/VI/2019/Reskrim tertanggal 04 Juni 2019 atas nama Kepala Kepolisian Resor Tanah Karo, Kasat Reskrim AKP Rasmaju Tarigan SH selaku penyidik.

Menyikapi hal itu, Suharja Sinuraya akhirnya menggandeng pengacara kondang Boin Silalahi SH, MH. Boin Silalahi, kemarin mendatangi kantor Polres Tanah Karo untuk memenuhi undangan dari pihak penyidik untuk menambahi keterangan Suharja Sinuraya (korban) kekerasan.

Dihadapan klien dan para wartawan, Jumat (21/06) pukul 16.10 WIB di kafe 99 Jl.Pahlawan, Kabanjahe, Boin Silalahi menegaskan akan mengawal kasus itu.

“Mulai saat ini saya akan mendampingi klien saya terhadap kasus kekerasan yang dialaminya, terlebih pelakunya adalah oknum aparat penegak hukum yang seyogyanya bertugas sebagai pengayom masyarakat, mereka bukan ditugaskan negara untuk memberikan rasa ketidak nyamanan warganya. Perihal pasal yang telah ditetapkan pihak kepolisian sebelumnya memang sudah pas kami berharap nantinya merujuk kepada Pasal 21 ayat 4 kuhp untuk diterapkan/jalankan untuk dilakukan penahanan, karna korban telah mengalami trauma, ancaman hukumannya 5 tahun 6 bulan, Kami berharap Hukum ditegakkan dan jadikan hukum jadi panglima, semoga pihak Polres Menangani kasus ini harus profesional dan tidak terkesan melindungi tersangka,” tegas Silalahi.

div class="__mango" data-placement="1219"

“Kami berharap Hukum ditegakkan dan menjadikan hukum sebagai panglima, sebagaimana amanat konstitusi Republik Indonesia yang tertuang dalam UUD NRI pasal 27 ayat 1: Segala Warganegara bersamaan kedudukannya didalam hukum dan pemerintahan dan wajib menjunjung hukum dan Pemerintahan itu dengan tidak ada kecualinya. Dan kita yakin dibawah kepemimpinan Kapolres Tanah Karo, AKBP, Benny,R.Hutajulu.S.IK.MH. polri akan bertindak profesional,”Ungkap Boin.

Pengacara Muda ini juga mengingatkan dengan adanya kasus ini kiranya “image buruk” bisa ditepis karena ulah segelintir oknum Polri. Kita tidak ingin Institusi Polri sebagai pendekar Kamtibmas yang kita banggakan tercoreng akibat ulah oknum,” tandas Direktur Yayasan Bantuan Hukum EPI Ginosko lembaga yang kerap membela kaum yang termarginalkan.

Didampingi pengacara nya suharja menegaskan, “Pelaku harus di proses secara hukum yang berlaku, dan hukum harus ditegakkan seadil adilnya, agar kedepan nya tidak terjadi dan terulang lagi hal Yang seperti saya alami” , pungkasnya. (nic/ris/pm)

example banner

This site is using SEO Baclinks plugin created by Locco.Ro