Pengumuman Hasil Seleksi Sekda dan Direksi PDAM Tirtauli Senyap, Kenapa Perusda Gaduh?

oleh -584 views

SIANTAR | MU -Gaduh dalam pengumuman hasil seleksi jajaran direksi untuk dua Perusda (Perusahaan Daerah) Kota Siantar, jadi pertanyaan. Sebab, berbeda dengan pengumuman hasil seleksi Sekda dan Direksi PDAM Tirtauli sebelumnya. Tak gaduh dan justru senyap. Mengapa?

Ketua MMI (Majelis Muslimin Indonesia) Kota Siantar, Ir Bonatua Pospos, mengungkapkan, ada beragam asumsi yang menyebabkan hal itu bisa terjadi. “Ada faktor penting yang saya asumsikan mengapa citarasa pengumuman direksi dua Perusda Kota Siantar kali ini harus gaduh. Berbeda sekali dengan pengumuman hasil seleksi Sekda Siantar dan jajaran Direksi PDAM Tirtauli sebelumnya. Senyap dan tak ada riak sedikit pun,” ungkap Bonatua, Selasa (23/10/2018) pagi.

Faktor paling mendasar sambung Bonatua, ada persoalan hukum serius dalam seleksi jajaran direksi untuk dua perusda tersebut. Diyakini Bonatua, persoalan mendasar itu diduga keras menyangkut pada pelanggaran hukum. “Asumsi saya demikian. Paling mendasar itu ada dugaan pelanggaran hukum dalam tahapan seleksi sejak awal. Sehingga, muncul kegaduhan bahkan seperti kita ketahui, sudah ada komponen masyarakat yang membawanya ke ruang lingkup DPRD Kota Siantar,” ulas Bonatua.

Masih menurut Bonatua, sekali pun pihaknya sudah mengantongi dasar kuat atas dugaan pelanggaran hukum dalam proses seleksi dua perusda, itu tidak lantas membuatnya bergegas mengantarkan ke ranah hukum. “Ntar, ketika jajaran direksi kedua perusda sudah dilantik, maka detik itu juga saya lapor ke aparat pengak hukum. Mabes Polri rencananya,” janji Bonatua yang mengaku mendapat data permulaan yang cukup dari salahseorang sumber yang mendengar langsung pernyataan sumber yang sangat dekat dengan Pansel dua perusda. Sosok yang masih dirahasiakan Bonatua membocorkan informasi berharga itu pada dirinya, sempat menegaskan jika dugaan pelanggaran hukum itu dibawa ke ranah hukum, sangat berpeluang untuk diproses.

Seperti diketahui, empat nama telah diumumkan untuk mengisi jajaran direksi PD PAUS dan PD PHJ. Ke empatnya; Evra Sassky Damanik dan Sarjono Tulus PJ.Siagian untuk PD PAUS, serta Imran Simanjuntak dan Toga Sihite mengisi kursi direksi di PD PHJ.

Pascapengumuman hasil seleksi, salahsatu elemen masyarakat protes dengan menggelar aksi unjuk rasa. Bahkan, mendesak DPRD Kota Siantar segera membentuk panitia khusus mengusut proses seleksi yang diketuai Sekda Kota Siantar Budi Utari Siregar. Hingga kini, hasil seleksi dalam waktu dekat akan segera dilantik. Beranikah wali kota melantiknya? (Ung)

example banner

div class="__mango" data-placement="1219"

This site is using SEO Baclinks plugin created by Locco.Ro