FORMAKSIS: Wali Kota ke Cina Pengen Sembuh, Sekda jangan Lagi Berleha-leha!

oleh -333 views

SIANTAR | MU- Sekda Kota Siantar Budi Utari, dituntut agar lebih meningkatkan kinerja. Mengingat, kondisi kesehatan Wali Kota Siantar Hefriansyah Noor, saat ini sangat butuh perhatian ekstra.

Demikian disampaikan Sekretaris Forum Masyarakat Anti Korupsi Siantar-Simalungun, D Siagian, Senin (39/10/2018) pagi. “Berobat sampai ke Cina, menunjukkan penyakit yang diderita wali kota itu serius. Sekda jangan lagi berleha-leha,” pinta Siagian.

Kesengsaraan warga yang tak bisa mendapat fasilitas pelayanan kesehatan di Puskesmas Pembantu Kelurahan Kahean Kecamatan Siantar Utara, di mana saat bersamaan wali kota tengah berobat ke Cina, menurut Siagian merupakan bentuk kelalaian Sekda yang tak perlu terjadi.

BACA..  Prediksi Pertandingan Liga Italia: Benevento vs Hellas Verona

“Saat wali kota berobat ke Cina, ada warga tak bisa mendapatkan pelayanan kesehatan di Puskesmas Pembantu Kelurahan Kahean gara-gara mati lampu, ini sangat memalukan. Tak sepantasnya ini terjadi. Sekda selaku pembina ASN jangan tambahi beban wali kota. Kalau tak mampu, mundur saja. Hal semacam ini bisa menambah penyakit bagi wali kota. Sementara dia pengen sembuh,” kesal Siagian.

Masih menurut Siagian, hendaknya pula, Puskesmas Kahean dapat menjamin kelangsungan pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Jangan sampai terkendala. Karena sangat berbahaya. Tentu berkaitan dengan nyawa manusia. “Ini sangat serius. Jika pelayanan kesehatan di puskesmas terhambat, nyawa orang bisa terancam. Iya kok bisa diselamatkan. Kalau meninggal dunia karena tak mendapat pelayanan gimana? Tak ada nyawa cadangan. Jadi Sekda jangan main-main menyangkut hal ini,” pungkas Siagian.

BACA..  Prediksi Pertandingan Liga Skotlandia: Livingston vs Rangers

Seperti dikeluhkan warga sebelumnya, Puskesmas Pembantu Kelurahan Kahean Kecamatan Siantar Utara, tak mampu memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat dengan alasan pemadaman bergilir oleh PLN sedang berlangsung pekan lalu. Ketidakmampuan puskesmas menyiapkan genset, mengakibatkan tumpuan jaringan listrik yang padam tak bisa diatasi. Proses pendataan lewat jaringan online, menjadi alasan petugas puskesmas untuk tak bisa memberikan pelayanan kepada warga. Akibatnya, warga terpaksa tak mendapatkan pelayanan kesehatan sekali pun sakit yang diderita mengancam jiwa.

Sekda Kota Siantar Budi Utari yang disampaikan seputar kasus ini, belum mau memberikan jawaban. (Ung)