AMSI: Pulangkan Sekda ke Palas

oleh -458 views

SIANTAR | MU- Walikota Siantar H Hefriansyah Noor didesak agar mengembalikan Sekda Siantar Budi Utari, ke kampung halamannya di Padang Lawas. Alamak…!

Desakan ini disampaikan Ketua AMSI (Angkatan Muda Simalungun Indonesia) Frenki Dermanto Sinaga SH, Selasa (30/10/2018) pagi. “Alasannya sangat relevan dan bukan sentimen belaka. Wali Kota Siantar perlu mempertimbangkan secara matang untuk kemudian meninjau kembali kedudukan Budi Utari sebagai Sekda Kota Siantar,” ujar Frenki.

Diuraikan Frenki, sejak Budi Utari menduduki jabatan Sekda Siantar menggantikan almarhum Resman Panjaitan, beragam kegaduhan muncul menyelimuti Kota Siantar. Dari gelombang tuntutan pemakzulan terhadap wali kota atas dugaan penistaan Suku Simalungun, kemudian ribut soal penolakan revitalisasi Pasar Horas yang berujung pada lumpuhnya geliat ekonomi seputaran Jalan Sutomo, disebabkan blokade massa pada waktu itu, lalu kemudian munculnya kecemasan pemborong atas koptasi proyek, sampai kegaduhan lain yang tak tersebutkan satu persatu, menurut Frenky tak lepas dari kinerja buruk Sekda.

Teranyar sambung Franky, kisruh pemilihan Direksi PD PAUS dan PD PHJ. Protes warga miskin yang tak menerima beras sejahtera hingga berujung demo, hingga harmonisasi ASN yang kini sudah mulai terkesan tergerus akibat sentimen alumni STPDN menguat. Mengakibatkan ASN yang non lulusan STPDN kini merasa di belakangkan. Lebih parah, kondisi Puskesmas Pembantu di Kelurahan Kahean yang tega menolak warga mendapat pelayanan kesehatan cuma gara-gara mati lampu.

“Jadi serangkaian kejadian ini semua, menurut saya tak lepas dari lemahnya Budi Utari menjalankan tugasnya selaku pimpinan tertinggi pada struktur ASN,” Papar Frenky.

Masih menurut Frenki, selaku Sekda Siantar, Budi Utari harusnya memiliki tugas penting membantu kepala daerah. Terutama, dalam menyusun kebijakan dan mengkoordinasikan dinas daerah serta lembaga teknis daerah, dalam harmonisasi tugas-tugas kepemerintahan. Namun faktanya, itu tak berhasil dilaksanakan Budi Utari dengan baik.

“Jadi saya tak melihat keberhasilan Budi Utari sejak menjabat. Sebaliknya, justru kegagalan yang ditorehkannya. Karena itu, pulangkan sajalah Budi Utari itu ke kampung halamannya. Karena makin lama dipertahankan, kegaduhan akan terus menghantui kota ini,” saran Frenki.

Sementara itu Sekda Siantar Budi Utari, yang sebelumnya merupakan pejabat di Kabupaten Palas, enggan memberikan respon terkait hal ini. (Ung)