Serta Ulina Nyuruh Warga Nanya ke Kubur?

oleh -1.392 views

SIANTAR | MU – Sulitnya mendapat akta kelahiran di Kota Siantar, harus menjadi perhatian serius Wali Kota Siantar Hefriansyah Noor. Jangan sampai, ada lagi warga dipaksa dulu bertanya ke kubur. 

Kemarin, Ogek keluar dari kantor Disdukcapil Kota Siantar. Dengan raut wajah lesu, pria tambun ini berjalan menuju pelataran parkir sepedamotor di sisi depan kantor. Warga Kelurahan Kahean Kecamatan Siantar Utara, ini ternyata lagi kecewa. Pihak Disdukcapil, baru saja menolak pencetakan akta kelahiran untuk anaknya. “Peningla Bang,” gerutunya kesal menjawab posmetromedan.co.id hari itu.

Ogek mengatakan, sebelum nekat mendatangi kantor Disdukcapil, perjuangannya sudah panjang untuk bisa mendapatkan akta kelahiran buat anaknya. Dari RT, Kepling bahkan terakhir Kantor Kelurahan harus didatanginya. “Bayangkanla Bang. Surat pengantar dari lurah saja seminggu awak nunggunya. Begitu ke sini (Disdukcapil) malah ditolak,” keluhnya.

Ternyata sambung Ogek, Disdukcapil tak bersedia memproses berkas yang diajukannya karena syarat yang kurang lengkap. “Akta kelahiran saya gak ada Bang. Kalau akta istri saya ada. Karena akta kelahiran saya gak ada, pencetakan akta kelahiran untuk anak saya gak bisa kata mereka. Harus ada dulu akta kelahiran saya. Baru akta kelahiran anak saya bisa dicetak. Begitu katanya Bang,” ujar Ogek.

Ogek saat itu sempat menyampaikan permohonannya agar Disdukcapil, mencetakkan saja akta kelahiran atas namanya. Ironisnya, petugas Disdukcapil menolak. Karena hal serupa yang diterapkan kepada anaknya, juga berlaku sama untuk Ogek. Di mana, Ogek harus melengkapi dulu persyaratan yang berlaku. Membawa akta kelahiran kedua orangtuanya. 

BACA..  Prediksi Pertandingan Leicester City vs Southampton