Wali Kota, Mie Goreng dan Teh Manis (Bagian-2/ Habis)

oleh -401 views

Catatan: Putra Marpaung

Masa iya…! Wali Kota Siantar Hefriansyah Noor, menolak tempuh jalur damai dengan pihak yang berseteru dengannya. Ironisnya, hanya karena alasan tak masuk akal.

Demi mendapat kepastian benar tidaknya sikap wali kota tersebut, kami pun memutuskan untuk menemui Jan Wiserdo Saragih. Sosok yang kini dianggap paling kencang berseteru dengan Wali Kota Siantar ini, tak sulit untuk ditemui. 

Kedai Kopi Hordja, menjadi pilihan tempat pertemuan kami. Lokasinya representatif dan masih satu areal dengan kediaman keluarga besarnya. Dari tampilannya, Warung Kopi Hordja sangat eksklusif. Condong bergaya cafe & resto. Sebab, ruangan dilengkapi dengan AC, TV, wi-fi, Live Music dan interior yang berkelas tinggi. Bahkan, satu rak di ruang santap, terlihat dihiasi beraneka ratusan jenis buku yang tersusun rapi. Siapa saja yang menikmati hidangan, bebas membacanya. Tapi dengan catatan, tak boleh dibawa pulang. Kami kemudian, diajak masuk lebih ke pojok ruangan. 

“Apa cerita? Kok macamnya ada yang serius kali,” tanya Jan Wiserdo, membuka obrolan kami saat baru duduk di sofa bermeja kayu jati kualitas tinggi. Sebelumnya, kami  memang sudah mengontak Jan Wiserdo lewat seluler. Sehingga, tak heran, pertemuan kami bisa lebih mencair. Jan Wiserdo, kemudian memanggil pelayan dan kami pun disuguhkan beranekaragam menu makanan.

Sekejap saja, hidangan yang kami pesan, tersaji di atas atas meja. Ada salad, stake, nasi goreng ayam dan kentang goreng. Jan Wiserdo tak langsung meneruskan pertanyaannya seputar kedatangan kami. Obrolan kami disekat hanya sebatas keberadaan warung miliknya. Baru setelah selesai menikmati hidangan, obrolan kami pun mulai masuk dalam inti materi.