SPJB, Praktik Kotor Distributor

oleh -532 views
Penampakan di gudang Petrokimia Jalan Medan Kota Siantar saat pasokan pupuk bersubsidi baru tiba. (F: dok)

SIMALUNGUN

Lingkaran setan mafia pertanian makin tak karuan. Mancari inkam bak Macan lapar yang siap menerkam. Beragam cara dihalalkan, tak pernah peduli dampak negatif dirasakan banyak orang.

Begini gambaran kelam dunia pertanian yang disampaikan sejumlah pemilik kios pengecer pupuk bersubsidi se Simalungun. “Kami tak bisa berbuat apa-apa kecuali menuruti permintaan distributor membayar SPJB (surat perjanjian jual beli) yang sangat tinggi,” ungkap salah satu pemilik kios minta namanya tak dipublis, Senin (12/02/2018) sore.

Membayar SPJB masih menurut pria bulat ini menguraikan, tidaklah diatur dalam peraturan apa pun. Akan tetapi untuk menolak pembayaran, sama halnya dengan memutus hubungan dengan distributor. “Kalau kita tidak bayar SPJB, jatah pupuk bersubsidi yang harusnya ke kios kita tentunya akan distop. Ketimbang tak dapat jatah barang, terpaksalah kita membayar SPJB itu,” keluhnya.